Sosial

Gandeng UNAIR, KSB Siapkan Generasi Emas Lewat Penguatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Pemkab Sumbawa Barat dan UNAIR memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui optimalisasi 1.000 hari pertama kehidupan menuju Indonesia Emas 2045.

AF
Aidil Fanar
Redaksi · 7 Agustus 2026 pukul 17.47 WITA
Gandeng UNAIR, KSB Siapkan Generasi Emas Lewat Penguatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Bupati Sumbawa Barat bersama jajaran Forkopimda dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga saat Seminar Kesehatan bertema optimalisasi 1.000 hari pertama kehidupan di Kantor Sekretariat Daerah KSB.— Foto:Istimewa

Sumbawa Barat – Masa depan sebuah daerah tidak dimulai ketika anak memasuki bangku sekolah. Fondasinya justru dibangun sejak 1.000 hari pertama kehidupan, periode yang menentukan tumbuh kembang, kecerdasan, hingga kualitas generasi di masa depan.

Kesadaran itulah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Seminar Kesehatan bertema Optimalisasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan untuk Mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045, Jumat (7/8/2026), di Ruang Rapat Gili Paserang, Kantor Sekretariat Daerah KSB.

Bagi masyarakat, tema ini bukan sekadar pembahasan akademik. Periode 1.000 hari pertama kehidupan menjadi fase yang sangat menentukan dalam mencegah stunting, memperkuat daya tahan tubuh anak, serta membentuk kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menegaskan pemerintah daerah terus memperkuat pelayanan kesehatan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui program Maju Kesehatan yang menghadirkan layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans untuk mempercepat penanganan warga yang membutuhkan layanan darurat.

Menurut Bupati, sejak Januari hingga Agustus 2026, layanan kesehatan tersebut telah dimanfaatkan sekitar 24 ribu masyarakat. Capaian itu menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumbawa Barat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof. Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati menyampaikan komitmen perguruan tinggi untuk tidak hanya menjalankan pendidikan, tetapi juga menghadirkan penelitian dan pengabdian masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi daerah.

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada seminar, melainkan berkembang menjadi program berkelanjutan yang mampu memperkuat layanan kesehatan hingga menjangkau desa-desa di Kabupaten Sumbawa Barat.

Bagi masyarakat, keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 bukan hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan tumbuh dengan akses layanan kesehatan yang berkualitas sejak awal kehidupan.


Galeri Foto

Komentar

Komentar dimoderasi sesuai pedoman media siber.

Memuat komentar…