Hukum

Kajari Dimutasi, Aliansi LSM Siapkan Massa Besar Geruduk Kejaksaan Sumbawa Barat :Kasus Combine Jangan Sampai Redup

Aliansi LSM Sumbawa Barat siapkan aksi dan meminta kejelasan penanganan kasus “Combine”.

AF
Aidil Fanar
Redaksi · 9 Agustus 2026 pukul 16.04 WITA
Kajari Dimutasi, Aliansi LSM Siapkan Massa Besar Geruduk Kejaksaan Sumbawa Barat :Kasus Combine Jangan Sampai Redup
Kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat menjadi lokasi yang akan dituju Aliansi LSM dan organisasi masyarakat sipil dalam rencana aksi untuk mempertanyakan perkembangan kasus “Combine”.— Foto:Istimewa

SUMBAWA BARAT – Aliansi LSM dan organisasi masyarakat sipil di Kabupaten Sumbawa Barat berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat. Rencana tersebut dilakukan untuk mempertanyakan perkembangan penanganan perkara yang oleh Aliansi disebut sebagai kasus dugaan korupsi “Combine”.

Rencana aksi itu mencuat setelah adanya mutasi Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat. Aliansi menilai masyarakat perlu mendapatkan penjelasan mengenai keberlanjutan penanganan perkara tersebut, terutama setelah terjadi pergantian pimpinan di lingkungan Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat.

Koordinator Aliansi, Yusuf Maula, mengatakan pihaknya mempertanyakan perkembangan perkara “Combine” yang sebelumnya menjadi perhatian publik. Menurutnya, informasi mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut saat ini dinilai belum cukup terbuka.

“Kajari dimutasi, kasus Combine redup. Kami curiga ada upaya mengendorkan penanganan perkara ini. Karena itu kami akan gruduk Kantor Kejaksaan untuk menuntut transparansi dan kepastian hukum,” tegas Yusuf Maula, Rabu (6/8/2026).

Yusuf menyebut perkara tersebut menjadi perhatian karena menurut pihak Aliansi terdapat dugaan kerugian keuangan negara dan keterlibatan sejumlah pihak. Namun, Aliansi tidak ingin membuat kesimpulan terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Mereka meminta Kejaksaan memberikan penjelasan mengenai posisi dan perkembangan perkara secara terbuka.

Menurut Aliansi, pergantian pimpinan Kejaksaan tidak semestinya membuat penanganan perkara yang sudah berjalan kehilangan kesinambungan. Karena itu, mereka meminta Kajari yang baru memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan.

Dalam rencana aksinya, Aliansi membawa sejumlah tuntutan. Mereka meminta Kejaksaan menjelaskan perkembangan terbaru kasus “Combine”, memastikan keberlanjutan penanganan perkara yang telah berjalan, serta menjamin proses penegakan hukum berlangsung tanpa intervensi.

“Kami tidak menuduh, kami hanya minta kejelasan. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Jangan sampai kasus besar menguap begitu saja,” ujar Yusuf.

Yusuf juga memastikan aksi nantinya akan melibatkan gabungan LSM, organisasi masyarakat, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya. Massa yang disiapkan disebut akan lebih besar sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus mendorong adanya dialog dengan pihak Kejaksaan.

Aliansi berharap perwakilan massa dapat diterima untuk menyampaikan tuntutan dan memperoleh penjelasan langsung mengenai perkembangan perkara yang mereka pertanyakan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat belum memberikan keterangan resmi mengenai rencana aksi maupun perkembangan terbaru penanganan kasus “Combine” sebagaimana yang dipersoalkan Aliansi.

Publik pun kini menunggu penjelasan resmi dari pihak Kejaksaan mengenai keberlanjutan penanganan perkara tersebut setelah adanya pergantian pimpinan.


Komentar

Komentar dimoderasi sesuai pedoman media siber.

Memuat komentar…