Sumbawa

Jelang HUT RI ke-81, MUI Sumbawa Soroti Penampilan Laki-Laki Menyerupai Perempuan dalam Pawai

MUI Kabupaten Sumbawa menyoroti penampilan laki-laki yang menyerupai perempuan dalam pawai dan meminta panitia memperhatikan nilai agama, moral, etika, serta ketertiban masyarakat.

AF
Aidil Fanar
Redaksi · 10 Agustus 2026 pukul 05.02 WITA
Jelang HUT RI ke-81, MUI Sumbawa Soroti Penampilan Laki-Laki Menyerupai Perempuan dalam Pawai
Ilustrasi laki-laki mengenakan busana yang menyerupai perempuan dalam sebuah kegiatan pawai. Fenomena serupa menjadi perhatian MUI Kabupaten Sumbawa menjelang rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI.— Sumber: Ilustrasi/Internet

SUMBAWA BESAR — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa meminta panitia pawai budaya dan gerak jalan dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia memperhatikan ketentuan agama dan nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian MUI adalah penampilan laki-laki yang sengaja menyerupai perempuan dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, termasuk anak-anak dan generasi muda.

Ketua Umum MUI Kabupaten Sumbawa, H. Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov., mengatakan pihaknya telah menyampaikan perhatian tersebut kepada panitia serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa.

Menurut Faisal, langkah tersebut diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan tetap berlangsung dengan memperhatikan nilai agama, moral, etika, keselamatan, ketertiban, serta kemaslahatan masyarakat.

“Sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Sumbawa, saya tegaskan bahwa MUI Sumbawa tidak mengabaikan kebijakan dan imbauan MUI secara nasional. Kami meneruskan, mengawal, dan mengimplementasikan kebijakan tersebut sesuai konteks daerah,” ujar Faisal, Minggu (9/8/2026).

Ia juga meminta penyelenggara tidak hanya berorientasi pada kemeriahan kegiatan, tetapi memastikan setiap rangkaian acara tetap sesuai dengan ketentuan dan nilai yang berlaku.

MUI Kabupaten Sumbawa turut mendorong panitia di tingkat kabupaten maupun kecamatan melakukan koordinasi sebelum melaksanakan setiap rangkaian kegiatan.

Koordinasi tersebut dinilai penting untuk mencegah adanya kegiatan yang berpotensi bertentangan dengan nilai agama maupun mengganggu ketertiban umum.

Wajah Pulau Sumbawa — Suara Sumbawa untuk Negeri.


Galeri Foto

Berita Terkait

Komentar

Komentar dimoderasi sesuai pedoman media siber.

Memuat komentar…