Sumbawa

Tiga Hari Tanpa Kabar, Pencarian Keluarga Berakhir di Pematang Sawah

Perempuan 53 tahun ditemukan meninggal dunia di areal persawahan Lape setelah tiga hari tidak pulang. Jenazah ditemukan oleh saudara kandungnya dan telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

AF
Aidil Fanar
Redaksi · 19 Agustus 2026 pukul 16.31 WITA
Tiga Hari Tanpa Kabar, Pencarian Keluarga Berakhir di Pematang Sawah
Petugas bersama tenaga medis melakukan penanganan terhadap penemuan seorang perempuan yang meninggal dunia di areal persawahan Orong Keban Nyamung, Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa.— Sumber Foto: Dokumentasi Polsek Lape

SUMBAWA — Suasana duka menyelimuti warga Dusun Dete Bawa, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, setelah seorang perempuan paruh baya ditemukan meninggal dunia di areal persawahan Orong Keban Nyamung, Dusun Bukit Tinggi, Desa Dete, Selasa (18/8/2026) siang.

Perempuan tersebut diketahui berinisial N (53), yang sehari-hari bekerja sebagai petani atau pekebun. Korban ditemukan oleh saudara kandungnya sendiri setelah selama tiga hari tidak kunjung kembali ke rumah.

Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan tenaga medis untuk dilakukan pemeriksaan di lokasi.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Lape IPTU Sumarlin, S.H. menjelaskan, korban sebelumnya berangkat menuju lokasi Orong Keban Nyamung pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.

Namun hingga beberapa hari kemudian, korban tidak kunjung pulang. Kondisi tersebut membuat pihak keluarga khawatir. Pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 10.55 WITA, saudara kandung korban kemudian berinisiatif mendatangi lokasi persawahan untuk mencari keberadaannya.

Setibanya di lokasi, saksi mendapati pintu bale orong atau rumah sawah dalam keadaan terbuka. Namun korban tidak berada di dalam bangunan tersebut.

Saksi kemudian melakukan pencarian di sekitar area persawahan. Tidak lama kemudian, korban ditemukan tergeletak di salah satu pematang sawah dalam kondisi telah meninggal dunia.

Kondisi jasad korban saat ditemukan sudah mengalami pembengkakan dan pembusukan. Saksi selanjutnya menghubungi pihak Polsek Lape serta Puskesmas Lape untuk melaporkan kejadian tersebut.

Mendapat laporan, petugas piket Polsek Lape bersama tenaga medis bergerak menuju lokasi. Polisi melakukan penanganan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Sumbawa.

Diperiksa Tenaga Medis

Setelah dievakuasi dari lokasi, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Lape untuk menjalani pemeriksaan luar oleh tenaga medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 24 jam. Perkiraan tersebut didasarkan pada kondisi jasad yang telah mengalami pembusukan serta lebam pada tubuh.

Dalam pemeriksaan juga ditemukan adanya luka terbuka pada bagian mulut. Namun, kondisi tubuh korban yang telah mengalami pembusukan lanjut membuat tenaga medis tidak dapat memastikan adanya unsur kekerasan fisik hanya berdasarkan pemeriksaan luar.

Pihak keluarga kemudian menyampaikan bahwa korban semasa hidupnya diketahui memiliki riwayat penyakit kulit.

Keluarga Menolak Autopsi

Setelah dilakukan pemeriksaan luar, pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Keluarga juga secara tegas menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Atas keputusan tersebut, setelah proses pemeriksaan luar selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.

Kapolsek Lape IPTU Sumarlin menjelaskan bahwa penyerahan jenazah dilakukan setelah pemeriksaan luar oleh pihak puskesmas serta adanya keputusan keluarga untuk tidak melanjutkan proses autopsi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar pihak puskesmas serta keputusan keluarga yang menolak autopsi karena telah menerima takdir ini sebagai musibah, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.

Polisi Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi

Pasca-kejadian, situasi di wilayah Desa Dete dilaporkan tetap aman dan kondusif. Aparat kepolisian terus melakukan pemantauan untuk memastikan situasi lingkungan tetap tertib.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi berkaitan dengan meninggalnya korban.

Pihak kepolisian turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengapresiasi respons masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat.

“Tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Kami juga turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga korban,” ujar Kapolsek Lape mewakili Kapolres Sumbawa.

Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.


Berita Terkait

Komentar

Komentar dimoderasi sesuai pedoman media siber.

Memuat komentar…