NTB

WNA 54 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah Sewaan Kuta Mandalika

Seorang WNA berinisial PG (54) ditemukan meninggal dunia di rumah sewaan kawasan Desa Kuta, Lombok Tengah. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian.

AF
Aidil Fanar
Redaksi · 13 Agustus 2026 pukul 11.31 WITA
WNA 54 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah Sewaan Kuta Mandalika
Petugas melakukan pemeriksaan dan proses evakuasi di rumah sewaan tempat WNA berinisial PG (54) ditemukan meninggal dunia di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.— Lombok Tengah

LOTENG — Seorang warga negara asing (WNA) berinisial PG (54) ditemukan meninggal dunia di rumah yang disewanya di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (9/8).

Korban ditemukan setelah warga sekitar mencium bau tidak sedap yang diduga berasal dari dalam rumah. Sebelumnya, PG disebut sudah beberapa hari tidak terlihat keluar dari tempat tinggalnya.

Kapolsek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, AKP I Ketut Artana, membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, korban merupakan WNA asal kawasan Afrika Utara yang selama berada di Lombok Tengah tinggal di rumah sewaan di wilayah Desa Kuta.

Informasi awal mengenai keberadaan korban bermula ketika sejumlah anak yang sedang bermain di sekitar lokasi mencium aroma tidak sedap dari arah rumah. Mereka kemudian menyampaikan hal tersebut kepada warga.

Seorang warga bernama Jono selanjutnya mendatangi rumah tersebut untuk memastikan kondisi sebenarnya. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi hingga kini belum menyimpulkan penyebab kematian PG. Artana mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan tidak ingin berspekulasi sebelum proses tersebut selesai.

“Yang jelas akan dilakukan visum luar,” kata Artana.

Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas bersama pihak Puskesmas Kuta dan dibawa ke RSUD Provinsi NTB untuk penanganan serta pemeriksaan lebih lanjut.

Kepolisian juga masih berkoordinasi dengan pihak keluarga korban yang berada di luar negeri. Keluarga disebut telah dihubungi dan dijadwalkan datang ke Indonesia.

Terkait kemungkinan autopsi, polisi menyebut keputusan tersebut masih akan dibicarakan bersama keluarga korban.

“Nanti akan dibicarakan apakah dilakukan autopsi atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Polsek Kawasan KEK Mandalika telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Lombok Tengah untuk mendalami peristiwa tersebut. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari warga sekitar dan pihak-pihak yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Hingga saat ini belum ada keterangan dari kepolisian mengenai adanya indikasi tindak pidana dalam kematian tersebut. Penyebab pasti meninggalnya PG masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan proses penyelidikan lebih lanjut.


Berita Terkait

Komentar

Komentar dimoderasi sesuai pedoman media siber.

Memuat komentar…