Pendidikan

Jutaan Tahun Terkubur di Perut Bumi Sumbawa, Batu Hijau Menulis Babak Baru Pertambangan

Batu Hijau menjadi bagian dari perjalanan panjang pertambangan di Sumbawa Barat. Dari penemuan deposit tembaga dan emas hingga hadirnya teknologi pertambangan modern, kisahnya terus berkembang dari masa ke masa.

R
Redaksi
Redaksi · 5 September 2026 pukul 00.41 WITA
Jutaan Tahun Terkubur di Perut Bumi Sumbawa, Batu Hijau Menulis Babak Baru Pertambangan
Ilustrasi perjalanan Batu Hijau di Sekongkang, Sumbawa Barat, dari kekayaan mineral yang tersimpan di perut bumi hingga berkembang menjadi pertambangan modern.— Foto: istimewa

Sumbawa Barat, WPS — Ada cerita panjang yang tersimpan jauh di bawah tanah Sumbawa. Jutaan tahun terbentuk, kemudian ditemukan manusia, dan perlahan mengubah wajah sebuah kawasan di Sekongkang.

Cerita itu adalah Batu Hijau.

Pada 1985, perjalanan eksplorasi dimulai. Tahun 1990, deposit tembaga-emas Batu Hijau ditemukan. Satu dekade kemudian, kawasan ini memasuki babak pertambangan modern.

Dari sinilah cerita tentang perubahan dimulai.

Peralatan sederhana berganti dengan sekop listrik, pengeboran, truk berkapasitas ratusan ton, hingga rangkaian teknologi pengolahan mineral. Batu yang dahulu tersembunyi di dalam bumi, kini diproses melalui teknologi pertambangan berskala besar.

Perjalanan itu terus berkembang ketika pengelolaan Batu Hijau beralih kepada Amman Mineral. Teknologi seperti 4D Blasting, Laser Scanner, Froth Crowder, Double Flash Smelting, hingga satelit, drone dan NDVI menjadi bagian dari babak baru pertambangan.

Dalam catatan GlobalData 2021, Batu Hijau berada di peringkat ketiga tambang tembaga terbesar di Indonesia berdasarkan produksi.

Namun, kisah Batu Hijau bukan hanya tentang seberapa banyak mineral yang berada di dalam bumi.

Ini adalah cerita tentang waktu, manusia, teknologi, dan bagaimana sebuah kekayaan alam mengalami perubahan dari masa ke masa.

Dan mungkin, setiap generasi akan membaca cerita Batu Hijau dengan cara yang berbeda.

Karena bumi menyimpan kekayaannya selama jutaan tahun, sementara manusia hanya menjadi bagian dari perjalanan panjangnya.(Aidil/WPS)


Catatan: Ini merupakan sinopsis dokumenter, bukan berita pers.


Sumber: JOGMEC, GlobalData, ESDM, AMMAN, PERHAPI, dan sumber terkait.


Galeri Foto

Berita Terkait

Komentar

Komentar dimoderasi sesuai pedoman media siber.

Memuat komentar…